Polaroid

Penyergapan Teroris Dahsyat, Hansip Mengalahkan Polisi

Dalam perjalanan minggat dari warung kemarin aku berniat jalan-jalan terlebih dahulu sebelum pulang. Ini baru yang namanya jalan-jalan. Karena jalan kaki sungguhan. Ya iyalah. Motor nggak punya. Mobil juga aku nggak punya. Sepeda dipinjem maling nggak dipulangin. Mau naik kereta api tapi penuh terus. Naik atap kereta? Ah, ogah.. Digebukin keparat eh aparat mampuslah aku. Belum lagi kalo disidang dan disorot wartawan. Waah, bisa mati terkenal aku.

Sepanjang jalan aku benar-benar menikmati pemandangan sekitar. Rumah-rumah yang asyik berjejal. Selokan yang hitam dan bau airnya. Ah, apa yang pantas dinikmati. Sampai di jalan Jenggot Malaikat, aku melihat banyak orang berkerumun. Ada apa ini. "Apa lagi pembagian harga diri?" Aku mendekat bersama orang-orang yang nonton.

"Ada apa Pak?" Tanyaku pada seseorang.

"Anu Mas, katanya ada teroris di toko itu." jawabnya serius.

Wah, lumayan nih. Pengen juga liat polisi bertengkar dengan teroris. Nggak nyesel dah lewat sini. Tapi kok nggak ada suara tembakan yah. Eh, itu pak polisi. Diem.. Diem..

"Hey Pak Teroris, saya polisi. Anda sudah dikepung ! Jangan coba melarikan diri. Atau kami tembak kaki sampean ! Keluar segera. Tangan di atas."

Belum ada respon dari dalam toko.

"Pak Teroris, mohon kerjasamanya. Atau kami masuk dan tembak kakimu. Kami polisi !" Teriak pak polisi berulangkali jengkel. "Wah, keterlaluan ini teroris." Batin pak polisi semakin mangkel.

"Sini pak pinjam pistolnya." Ucap seorang Hansip yang tiba-tiba datang seraya meraih cepat pistol di tangan pak polisi. Pak polisi cuma bengong.

"Woy Mas Teroris ! Cepat keluar. Atau aku masuk dan tembak kakimu. Aku Hansip !"

Sekejap Si Teroris itu keluar seraya mengangkat tangan. Menyerah.

"Eh.. Kuamprett tenan ! Aku suruh keluar sampe aku budeg kok nggak keluar? Giliran pak hansip yang manggil, eh kamu langsung keluar. Gimana sih? Bikin repot aja." Semprot pak polisi sengit.

"Iya dong. Kalo hansip ya saya takut. Kalo pak polisi bilang mau tembak kaki saya, yang kena ya kaki beneran. Lha kalo pak hansip? Belajar nembak dimana dia. Bilangnya kaki, bisa-bisa yang kena kepala saya."

Pak Hansip: :D

Dibaca: 869